Miroslav Janů

16 Juni 2014 pukul 1:54 PM | Ditulis dalam Berita Terkini | 1 Komentar
Tag: , ,

Miroslav Janů (lahir di Praha, 8 November 1959 – meninggal di Surabaya, 24 Januari 2013 pada umur 53 tahun) adalah seorang mantan pemain dan pelatih sepak bola berkewarganegaraan Republik Ceska. Sebagai pemain, ia bermain 240 kali di Liga Pertama Cekoslowakia. Sebagai pelatih, ia menghabiskan kariernya di Liga Indonesia, terkenal saat menukangi PSM Makassar, Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya.

Karier

Pemain

Janů memulai karinya sebagai pemain muda di TJ Dynamo České Budějovice pada posisi bek, sebelum pindah ke Slavia Prague di usia 17 tahun. Dia bermain di 201 laga untuk Slavia selama 11 tahun (1977-1988). Dia kemudian bermain untuk Bohemians Prague selama dua tahun (1988-1990) bermain sebanyak 35 laga sebelum menuju Malaysia bersama Sabah FA (1990-1993). Pada musim 1992-93, dia kembali ke Cekoslowakia, bermain empat laga lagi untuk Bohemians. Dia mengakhiri kariernya dengan total 240 pertandingan di Liga Pertama Cekoslowakia, mencetak lima gol.

Dia bermain untuk timnas Cekoslowakia di beberapa pertandingan kualifikasi untuk Olimpiade Musim Panas 1988, tetapi tim tersebut gagal lolos.

 

Pelatih

–       Pada Mei 2002, Janů ditunjuk melatih klub Czech 2. Liga, Most, menggantikan Luboš Urban. Dia diberi posisi tersebut sampai akhir musim, dengan lima laga tersisa.

–       Pada tahun 2003, janu memulai karir di Indonesia sebagai pelatih dengan melatih klub yang bermain di divisi I yaitu persigo gorontalo.

–       Pada tahun 2004, Janu ditarik oleh PSM Makassar dan memperlihatkan kemampuannya dengan membawa PSM Makasar menjadi runner-up Divisi Utama Liga Indonesia 2004.

–       Tahun 2004 – 2007, janu menjadi asisten pelatih di slavia prague.

–       Tahun 2007, AREMA INDONESIA

–       2008 -2010, naik pangkat menjadi pelatih tim junior di slavia prague.

–       Tahun 2010, Arema Indonesia yang menjuarai Liga Indonesia 2010 memanggil Janu dari Slavia Prague untuk mempertahankan gelar bagi tim Singo Edan. Hasilnya memang Ia tidak berhasil membawa Arema mempertahankan gelar juara dan malahan menempatkan Arema sebagai runner-up Liga Indonesia 2010/11. Akan tetapi di tangan Janu Arema silih berganti memimpin klasemen dengan Persipura yang akhirnya menjadi juara ISL 2011. Selain itu Arema juga tersingkir lebih awal di babak penyisihan Liga Champions Asia. Miroslav Janu memang dikenal sebagai seorang pelatih yang bertangan dingin meskipun belum satupun klub di Liga Indonesia pernah Ia bawa menjadi juara. Akan tetapi fakta bahwa setiap klub yang diasuhnya selalu menjadi runner-up atau menempati papan atas klasemen akhir tidak bisa dianggap remeh. Setidaknya karir kepelatihan Miroslav Janu di kompetisi Liga Sepakbola Indonesia memiliki perjalanan yang baik.

–       Tahun 2011, Persela Lamongan Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011, dirasa begitu spesial oleh kubu Persela Lamongan. Finish di peringkat empat klasemen akhir, menjadi pencapaian tertinggi klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini, dalam partisipasinya selama mengikuti kasta tertinggi persepakbolaan di Tanah Air.

Di bawah asuhan tangan dingin Miroslav Janu, Persela berhasil duduk manis di posisi keempat dengan donasi 56 poin dari 34 kali pertandingan. Selain itu, mereka juga berhasil menjaga status sebagai tim yang tak pernah terkalahkan di kandang sendiri, selama ISL musim 2012 berlangsung.

“Hasil akhir musim kompetisi tahun ini benar-benar menjadi hal positif bagi klub, manajemen, pelatih dan juga para pemain. Terlebih buat suporter Persela, LA Mania,” ujar Manajer Persela Debby Kurniawan, Senin (16/7).

Menurut pria yang akrab dipanggil Iwan tersebut, hasil ini merupakan buah kerja keras dari seluruh komponen yang ada di Persela, terutama pemain dan pelatih. Untuk itu, Iwan berjanji bakal memagari beberapa pemain yang memiliki banyak kontribusi selama musim kompetisi kemarin, agar tidak digaet oleh klub lain.

“Pemain memang memiliki peran vital dalam setiap pertandingan. Namun, di bawah arahan pelatih Miroslav Janu semuanya menjadi luar biasa,” lanjutnya.

Khusus untuk sektor peracik strategi, Iwan yang mewakili pihak manajemen secara terang-terangan berjanji, bakal sekuat tenaga mempertahankan Miroslav Janu agar tetap melatih Persela musim depan. Meski, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait format kompetisi musim depan.

Coach Janu telah membuktikan kelasnya, sebagai salah satu pelatih terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Buktinya, selain Persela coach Janu sebelumnya juga berhasil membawa Arema runner-up ISL,” tuturnya.

Di bawah arahan pelatih asal Rep. Ceska tersebut, Persela memang menjelma menjadi salah satu tim kuat di pentas ISL musim lalu, khususnya para wakil dari Jawa Timur (Jatim). Padahal dalam dua musim sebelumnya, Persela hanya mampu finish di posisi ke-12 pada ISL musim 2009/10 dan peringkat kesembilan pada musim 2010/11.

Kelihaian Janu dalam meramu formasi dan strategi, memang diakui banyak pihak. Tak salah jika ia terpilih mendampingi tim All Star ISL dalam Perang Bintang 2012 menghadapi Sriwijaya FC, di Stadion Jakabaring-Palembang, Minggu (15/7). Meski dalam laga ini tim All Star kalah dalam adu penalti menghadapi juara ISL musim 2012 tersebut.

Di samping Iwan, ketua umum Persela yang juga Bupati Lamongan Fadeli, juga menginginkan pelatih berusia 52 tahun ini bertahan. Menurutnya, Janu tak hanya disukai manajemen, sejumlah pemain juga senang dilatih pelatih yang kadang bertemperamen keras itu. Mereka menganggap di balik sifat keras Janu terdapat nilai pendidikan yang tinggi. Terutama dalam hal kedisiplinan dan pembentukan fisik pemain.

“Penilaian pelatih dilihat dari prestasi tim. Banyak prestasi Janu dalam menangani Persela. Salah satunya tim kita tidak pernah kalah di kandang. Penampilan pemain memang menentukan. Tapi, peran pelatih lebih penting,” tambah Fadeli.

(tribunnews.com)

–       Tahun 2012, Pesebaya Surabaya Keberhasilan Persebaya Surabaya menjadi juara Divisi Utama (DU) sekaligus naik kasta ke kompetisi Liga Super Indoensia (LSI musim depan), disambut suka cita manajemen dan pendukung skuad Baju Ijo, julukan Persebaya.

Tak terkecuali sang pelatih, Tonny Ho.

Namun, pelatih asal Makassar ini tidak lantas lupa diri. Ia mendedikasikan kemenangan itu kepada mendiang pelatih Persebaya Miroslav Janu yang diakuinya sebagai sahabatnya.

“Gelar ini untuk Miro juga. Dia bukan cuma pelatih bagi saya, dia mentor dan juga sahabat,” ujar Tony.

Di bawah arahan Tony, Persebaya DU tak hanya menjadi juara dan lolos ke LSI. Namun, tim yang ditinggal Miro karena serangan jantung beberapa hari sebelum kompetisi dimulai itu juga memegang rekor tak terkalahkan sepanjang musim.

Tony mengakui, mendiang Miro selama ini menjadi pelecut semangatnya untuk membawa Persebaya juara. “Saya tahu awalnya mereka meragukan saya karena saya terus di bawah bayang-bayang almarhum Miro, tapi justru itu pemacu bagi saya agar kerja keras dan dapat keluar dari bayang-bayang tersebut,” tegasnya seperti dilansir Bola.net.

“Saya yakin di sana Miro tertawa melihat Persebaya lolos ISL dan juara. Mungkin dia akan tertawa dan bilang ‘Typole! Tony pelatih kampung bawa juara’,” pungkasnya.

 

 

Kematian

Janů meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya, pada Kamis, 24 Januari 2013, pukul 12.10 WIB. Janů meninggal setelah jatuh di kamar mandi di Apartemen Arya Duta, Surabaya. Ketika terjatuh, Janů langsung tak sadarkan diri. Janu dilarikan ke RSI Jemursari oleh beberapa pengurus Persebaya DU. Setiba di RSI, Janů langsung ditangani dokter spesialis jantung dan dioperasi. Sayang, tindakan medis untuk menyelamatan nyawa Janů gagal.

Kematian Janů juga dibayangi keprihatinan dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, Persela Lamongan masih menunggak gajinya sebesar 780 juta rupiah, selama lima bulan.

 

INILAH.COM, Surabaya – Kabar meninggalnya Miroslav Janu cukup mengejutkan. Timo Scheunemann memiliki kenangan indah ketika Janu menjadi asisten pelatih Slavia Praha.

Miroslav Janu meninggal diduga karena serangan jantung di Rumah Sakit Islam Jemur Sari, Surabaya,Kamis (24/1/2013) sekitar pukul 12.21. Pelatih asal Rebublik Ceska itu meninggal dalam usia 53 tahun.

Timo, mantan Direktur Pembinaan Muda PSSI, mengenang pertemuannya dengan Janu di Praha beberapa tahun silam. Saat itu, Timo tengah berada di Jerman untuk menyelesaikan lisensi pelatih B dan A UEFA.

Sekembalinya dari Jerman, Timo berkunjung ke Republik Ceska untuk menyaksikan pertandingan Slavia Praha, yang kala itu masih diperkuat Petr Cech (Chelsea) dan Tomas Rosicky (Arsenal).

“Saya nonton pertandingan Slavia Praha. Keesokan harinya kembali ke stadion. Saya menunggu Miro di lapangan yang sedang memimpin Slavia Praha latihan. Tiba-tiba, Timnas Ceko masuk untuk berlatih,” ujar Timo, dalam akun Twitternya, @coachtimo.

Bisa melihat timnas Ceko berlatih secara langsung membuat Timo senang. Tanpa buang waktu, ia mencatat semua program latihan yang dilakukan timnas Ceko.

“Saya perhatikan Rosicky tidak sekalipun membuat kesalahan kontrol dan umpan saal berlatih. Setelah latihan usai, saya mengobrol dengan Petr Cech selama 30 menit hingga akhirnya Miro menghampiri saya,” ia melanjutkan.

“Dalam bahasa Indonesia, Miro bertanya apakah saya sudah bertemu dengan semua pemain. Lantas saya menjawab belum, karena sedang ngobrol dengan Cech dan tidak sempat bertemu Rosicky.”

Tanpa disangka, Janu memanggil Rosicky dengan suara keras. Bintang Arsenal itu pun menghampiri Miro dengan tertunduk dan segan. Rosicky memang sangat menghormati Janu karena ia mengidolainya saat masih aktif menjadi pesepakbola.

“Dengan menggunakan bahasa Ceko, Miro menyuruh Rosicky berfoto dengan saya. Terimakasih Miro, semoga kamu istirahat dengan tenang,” ia mengenang.

 

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mantap postnya
    http://lagumu.mwb.im


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: