Nabi Sulaiman a.s

13 April 2009 pukul 4:32 PM | Ditulis dalam Sejarah Para Nabi | 10 Komentar
Tag: ,

Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Setelah Nabi Daud AS wafat, Nabi Sulaiman AS menggantikannya sebagai Raja. Mukjizatnya yang paling terkenal adalah ia diberi keistimewaan oleh Allah SWT dapat memerintah bukan hanya kepada manusia, melainkan juga kepada hewan, angin, dan jin. Nabi Sulaiman dapat menjadikan angin bertiup atas perintahnya ke tempat yang ia kehendaki. Allah pun menundukkan syaitan-syaitan untuk melayani Sulaiman. Di antara mereka ada yang bisa membangun istana dan benteng-benteng, ada yang bertugas menyelam di laut untuk mengeluarkan mutiara dan batu-batu mulia, sebagaimana Allah memberi kekuasaan pada Sulaiman atas syaitan-syaitan yang kafir sehingga ia mampu mengikat mereka untuk mencegah kejahatan mereka. Allah SWT juga memberinya mukjizat berupa kemampuan mengerti bahasa binatang.
Kearifan Nabi Sulaiman AS sebagai hakim

Pada suatu malam, sekelompok kambing memasuki kebun seseorang tanpa sepengetahuan penggembalanya, hingga rusaklah tanaman di kebun itu. Maka pemilik kebun kemudian datang mengadu kepada hakim Daud AS. “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami telah membajak tanah kami dan menanaminya serta memeliharanya. Tapi ketika tiba waktu panen, datanglah kambing orang-orang ini pada suatu malam dan memakan tanaman di kebun kami hingga habis seluruhnya.”
“Benarkah apa yang dikatakan oleh mereka ini?” tanya Daud.
“Ya,” jawab mereka.
Kemudian Daud bertanya tentang harga tanaman dari orang yang satu dan harga kambing dari orang yang lain. Ketika mengetahui harga keduanya hampir sama, maka ia pun berkata kepada pemilik kambing, “Berikanlah kambingmu kepada pemilik tanaman sebagai ganti rugi bagi mereka atas binasanya tanaman mereka.”

Namun putranya Sulaiman yang hadir menyaksikan pengadilan ini memberikan usul lain, “Saya mempunyai pendapat yang berbeda dalam perkara ini. Menurut saya, pemilik kambing sebaiknya memberikan kambing mereka kepada pemilik tanaman, dan mengambil manfaatnya berupa bulu wol, susu, dan anak-anak kambing tsb. Sedangkan ia sendiri mengambil alih tanaman yang telah rusak itu, menanaminya kembali dan mengairi serta memeliharanya hingga tumbuh tanamannya. Apabila telah tiba waktu panen, mereka harus menyerahkan hasil tanaman itu kepada pemiliknya, dan menerima kembali kambing mereka. Dengan demikian semua pihak akan mendapatkan keuntungan dan manfaat.”

Luar biasa bijaksana dan arifnya Nabi Sulaiman ini dalam memberikan keputusan. Semua pihak pun langsung menyetujui usulnya yang hebat itu. Berkatalah Daud pada putranya, “Engkau telah memutuskan hukum dengan tepat, anakku.” Dan ia pun berfatwa seperti apa yang diputuskan oleh Sulaiman.

Kisah ini diceritakan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiyâ’: 78-79.
Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan apel besar bagi seluruh bala tentaranya, baik dari golongan manusia, jin, syetan, dan binatang, semua diperintahkan untuk berkumpul menghadap Nabi Sulaiman AS. Semua sudah hadir kecuali seekor burung bernama Hudhud.
“Mengapa burung Hudhud belum datang?” tanya Nabi Sulaiman. “Sesungguhnya jika ia tidak bisa memberi alasan yang jelas atas keterlambatannya, sebagai hukuman aku akan menyembelihnya.”

Tak berapa lama kemudian burung itu datang dan bersujud di hadapan nabi Sulaiman. Hampir saja burung itu terkena hukuman kalau tidak segera mengajukan alasa kenapa ia terlambat datang.
“Ampunilah hamba Tuanku, hamba memang telah terlambat. Tetapi hamba membawa kabar yang sangat penting. Di negeri Saba hiduplah seorang Ratu yang bernama Ratu Bilqis. Ia mempunyai singgasana yang agung. Kerajaannya luas dan rakyatnya hidup dengan makmur. Namun sayang mereka tidak menyembah Allah. Mereka disesatkan oleh iblis sehingga menyembah matahari.”

Menjawablah Nabi Sulaiman, “Aku percaya dengan berita yang kaubawa itu. Tetapi aku akan menyelidiki dulu kebenaran beritamu. Bawalah suratku untuk Ratu Bilqis. Kalau sudah diterimanya nanti, sembunyilah kau di celah-celah jendela, dan dengarkanlah apa yang akan dilakukannya.”

Maka terbanglah burung Hudhud ke negeri Saba yang terletak di kota Yaman. Ia menyerahkan surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis. Kemudian sesuai perintah, ia bersembunyi di balik celah jendela. Ratu Bilqis membaca surat itu, isinya kurang lebih seperti ini:

Surat ini datang dari Sulaiman. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

Setelah membaca surat itu, Ratu Bilqis memanggil seluruh abdi dan penasihatnya untuk bermusyawarah. Ratu Bilqis tidak ingin terjadi peperangan yang hanya merusak keindahan istana dan merugikan rakyat. Maka sebagai hasil dari musyawarah itu, diputuskan bahwa ia hanya akan mengirimkan hadian kepada Sulaiman melalui utusannya. Jika Sulaiman menerima hadiahnya, tahulah ia bahwa Sulaiman hanyalah seorang raja yang senang menerima hadiah. Tetapi jika ia seorang nabi, ia hanya ingin agar mereka mengikuti agamanya.

Berangkatlah utusan Ratu Bilqis ke Palestina dengan membawa berbagai hadiah yang indah-indah dan mahal-mahal. Ketika mereka sampai di istana Nabi Sulaiman, mereka sangat tercengang. Kerajaan Saba tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keindahan dan kemegahan kerajaan Sulaiman.

Ketika para utusan itu hendak menyerahkan hadiah mereka, dengan tegas Nabi Sulaiman menolak hadiah-hadiah itu karena ia memiliki harta benda yang jauh lebih baik daripada hadiah yang diberikan oleh Ratu Bilqis. Kepada para utusan tsb, ia meminta kedatangan Ratu Bilqis agar Ratu itu memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan terhadap matahari. Jika menurut, maka kerajaan Saba akan selamat, jika membangkang maka Nabi Sulaiman akan mengerahkan bala tentaranya yang tidak mungkin akan dilawan oleh Ratu Bilqis.

Para utusan itu segera kembali ke Negeri Saba. Mereka melaporkan segala apa yang dilihatnya tentang Sulaiman dan kerajaannya yang jauh lebih besar, megah, dan kuat dibanding negeri Saba. Akhirnya diputuskanlah bahwa Ratu Bilqis akan datang memenuhi permintaan Nabi Sulaiman AS.

Sulaiman mengetahui perjalanan Bilqis menuju ke negerinya, maka ia pun bermaksud menunjukkan suatu mukjizat kepadanya sebagai bukti atas kenabiannya. Sulaiman bertanya kepada jin yang ada di dekatnya, “Siapakah yang sanggup mendatangkan singgasana Bilqis kepadaku untuk melihat kekuasan Allah berlangsung di hadapan mereka?”
Jin Ifrit berkata, “Aku sanggup membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu.”
Akan tetapi ada seorang anak buah Sulaiman lainnya yang bernama Ashif bin Barkiya yang memiliki ilmu dari kitab-kitab Samawi berkata, “Aku sanggup mendatangkannya lebih cepat dari kejapan mata.”
Maka tiba-tiba saja singgasana itu pun telah ada di hadapan Nabi Sulaiman AS.

Sementara itu dengan diiringi ribuan prajurit, Ratu Bilqis penguasa Saba datang menemui Nabi Sulaiman di Palestina. Ia benar-benar tercengang menyaksikan keindahan dan kemegahan kerajaan Nabi Sulaiman. Ratu Bilqis merasa malu mengingat betapa dulu ia telah mengirimkan hadiah kepada Nabi Sulaiman untuk melunakkan hatinya agar Nabi Sulaiman tidak menyerang Negeri Saba.

Ketika ia masuk ke istana Nabi Sulaiman, Nabi Sulaiman bertanya, “Apakah singgasana ini serupa dengan singgasana kerajaanmu?”.
“Ya, sepertinya memang milikku,” kata Ratu Bilqis seraya memeriksa singgasana itu. Setelah memeriksanya, akhirnya ia yakin bahwa itu memang singgasananya. Maka berkatalah ia kepada Sulaiman, “Sesungguhnya aku telah mengetahui kekuasaan Allah dan kebenaran kenabianmu sebelum ini, yaitu tatkala datang burung Hudhud membawa surat darimu. Namun yang menghalangi-halangi kami untuk menyatakan keimanan kami adalah karena kami hidup di tengah-tengah kaum yang sudah mendalam kekufurannya. Itulah yang membuat kami menyembunyikan keimanan kami hingga saat ini kami datang menghadapmu.”

Nabi Sulaiman tersenyum lalu mempersilakan Ratu Bilqis memasuki istananya. Lantai di istana itu terbuat dari kaca tipis yang di bawahnya dialiri air. Ratu Bilqis mengira itu benar-benar aliran air sungai, karenanya ia menyingkapkan sedikit kainnya hingga nampaklah betisnya. Nabi Sulaiman segera memberitahu bahwa lantai itu terbuat dari kaca putih yang tipis. Ratu Bilqis tersipu malu. Serta merta ia bersujud dan menyatakan keimanannya kepada Allah SWT.
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.”
Wafatnya Nabi Sulaiman AS

Hampir tak seorang pun mengetahui saat kematian Nabi Sulaiman, baik dari golongan jin maupun manusia. Kematian Nabi Sulaiman AS baru diketahui setelah tongkat yang digunakannya bersandar rapuh dimakan rayap dan beliau jatuh tersungkur ke lantai.

Doa Nabi Sulaiman telah dikabulkan Allah, yaitu tidak ada seorang pun yang memiliki kerajaan besar dan kaya raya seperti kerajaannya. Namun meskipun kaya raya dan berkuasa, Nabi Sulaiman tetap patuh dan tunduk pada perintah Allah SWT.

Kisah Nabi Sulaiman AS terdapat dalam Al-Quran surat An-Naml: 15-44, dan Saba’: 12-14.

http://islam.elvini.net/rasul.cgi?nabi8

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. maaf, setahu saya di quran disebutkan kalau yg ikut nabi Sulayman itu bangsa jin. kalau setan beda lagi artinya. atau anda punya dasar lainnya?

  2. Emang waktu jaman nabi Sulaiman sudah ada agama islam??

  3. islam sudah ada sejak zaman nabi adam, hanya islam pada waktu itu masih belum seperti sekarang, islam pada saat itu masih berupa prinsip tauhid yaitu meng-esakan Allah

  4. maksih atas ilmunya, tapi saya masih bingung dengan cerita nabi sulaiman ini, kayak dongeng bukan sejarah. Terutama cerita tentang burung hud-hud. Apakah itu memang burung beneran atau pasukan mata-mata nabi sulaiman? Kalau memang burung bagaimana mentauladaninya bagi umat Islam sekarang. Maaf saya coba bandingkan dengan masa sekarang, Indonesia pernah mengirimkan pasukan garuda sebagai pasukan perdamaian, tetapi kan yang pergi kesana bukan burung garuda? Mohon penjelasannya. Sekali lagi, terima kasih untuk tulisannya yang sangat bermanfaat ini.

  5. Adakah kemungkinan bahwa pada masa tsb telah terjadi perkembangan teknologi yang luar biasa? Semua masih serba misteri. Burung Hud-hud, mungkin bukan burung dalam bentuk fisik burung, siapa tahu itu adalah nama dari salah satu pesawat pengintai. Ath-Thayr, yang diceritakan sebagai angin yang bisa membawa kemanapun Nabi Sulaiman menghendaki, bisa jadi itu adalah salah satu nama pesawat super canggih (semacam UFO) yang kita pahami di jaman sekarang.
    Bukankah waktu itu ada teknologi tele-transportasi dan tranformasi yang ditunjukkan oleh “seorang hamba Allah yang diberi ilmu dari al-kitab”, dia bisa mengungguli kemampuan Ifrit dalam memindahkan singgasana Bilqis.

  6. syaitan dan jin melayani nabi sulaiman? kalo ini saudara2 anggap masuk akal, kenapa Allah, Yesus dan Roh Kudus itu satu aja sulit amat untuk masuk di akal.

  7. Wah,,makasih u/ tlisan’a,, tpi yg jd pertanyaan sya skrng,apkah skarang msh ada peninggalan kerajaan nabi sulaiman?jika ada,tempat’a dmna? Dan posisi singgasanah yg megah itu berada d mna? Mkasih sblm’a..

  8. syaitan dan jin melayani nabi sulaiman? kalo ini saudara2 anggap masuk akal, kenapa Allah, Yesus dan Roh Kudus itu satu aja sulit amat untuk masuk di akal.

    Komentar oleh deko mangara — 8 Maret 2010

    ———-
    Ya Gak masuk akal lah..lah udah ada dalam surat Al-Ikhlas
    bahwa Allah itu satu tidak diber anak tidak pula di per anakan…
    Allah itu Ahad..bukan pula yesus bukan pula Roh kudus…
    Satu = Esa = Tunggal = Wahid = Ahad gitu aja kok ga ngerti..

  9. @deko:
    syaitan itu jin
    gini aku kassih gambaran

    kalo ada 10 anak 5 orang suka ke perpustakaan 5 orang suka main basket
    maka 5 orang pertama disebut kutu buku dan 5 orang kedua disebut anak sport.

    jadi dari 10 orang jin 5 disebut setan karena hobinya berbuat jahat dan 5 orang lagi disebut jin baik.

    setan dan jin baik bukan melayani tapi tunduk…

    contoh kamu dimarah2 hin ma bos kamu..bukan melayani melainkan kamu tunduk karena takut dipecat dan takut tidak di gaji.kalo gak pasti dah kamu bogem mentah tuh bos.ya kan?

    makanya setelah nabi sulaiman wafat setan senang sekali dan berkeliaran kembali.geto

    masuk akal kan?

    klo trinitas ga masuk akal.

    biar einstein juga ga bisa jelaskan

  10. brarti kita bsa lebih hebat dari nabi sulaiman. tp kudu msk syurga dlu man… dan ke syurga itu bnyak jlnnya kok. masalahnya syeiton yg jelek itu g’ prnah mandeg tuk jebak manusia.. hati2 man…!!! pengen ke syurga abadi, malah nyasar ke neraka abadi.. cilaka..!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: