Menkeu: Istana Negara Belum Bersertifikat

20 Maret 2009 pukul 10:32 AM | Ditulis dalam Penilaian | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa hingga saat ini Istana Negara belum bersertifikat yang menunjukkan belum tertibnya pengelolaan aset-aset negara.
“Masih ada aset negara yang tidak dicatat, bahkan Istana Negara itu belum punya sertifikat sebetulnya,” kata Menkeu dalam sosialisasi UU Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Negara (SBSN) di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Menurut Menkeu, adanya UU tentang SBSN mengharuskan pihaknya makin bersungguh-sungguh untuk menata dan mengelola aset-aset negara, dan hal itu bukan hal mudah untuk dilakukan.

Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan penerbitan obligasi negara berbasis syariah di mana salah satu syarat penerbitannya harus ada underlying asset.

“Kalau kita mau masuk obligasi negara berbasis syariah, maka harus ada yang disebut underlying-nya atau aset yang mendasarinya yang biasanya berupa aset,” katanya.

Jika aset negara yang mendasarinya masih undervalue atau penataan dan pengelolaannya masih buruk maka nilai surat berharga yang diterbitkan akan menjadi sangat buruk.

“Nah kalau aset negara kita bahkan Istana Negara saja belum punya sertifikat, atau nilai buku aset di Depkeu masih nilai tahun 70-an, ya saya tidak dapat menerbitkan obligasi negara berbasis syariah,” katanya. (*)

JAKARTA, investorindonesia.com, 29/05/2008 13:54:46 WIB

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: