Novel edelweiss

5 Maret 2009 pukul 6:53 PM | Ditulis dalam Novel Pendek | 1 Komentar
Tag: ,

biodata penulis
Penulis yang senangnya berkutat di dunia remaja hingga sekarang, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, 13 Juni 1980. Effendy Wongso menghabiskan masa-masa remajanya untuk menulis. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).

CHAPTER 1:
MEMORI BIRU

Ini memori biru
rangkuman kebersamaan
dalam hari-hari yang singkat
kesederhanaan alur kisah,
dan saling mengasihi merupakan euforia

Semuanya tumbuh seiring kenangan
sehingga sang waktu pun
tak mampu memupusnya

— Catatan Kecil Perjalanan

***

Bromo. 10:15 PM.
Saya baru saja mengedipkan mata ke arah Aditya ketika Mami sudah berdiri di belakang kami dengan muka butek. Terlambat. Anak itu memang lamban selambat kura-kura. Slow motion-nya bikin celaka. Dia lebih gemulai ketimbang balerina.
“A-Adit! Apa-apaan sih kalian ini?!” Wanita gemuk itu menjerit dengan suara semirip lengkingan knalpot bajaj.
“Sa-saya mau ke toilet!”
Robby sudah mengambil jurus langkah seribu begitu Mami melototkan mata sebesar ikan maskoki. Dia terbang segesit walet. Aditya nyaris kelengar. Gagal menyembunyikan botol miras. Prahara tidak dapat dielakkan!
Saya menepuk dahi. Dan mengaduh dalam hati. Kesal. Anak itu selalu bikin ulah. Kali ini Mami pasti akan mengeluarkan petuah-petuah bijaknya yang sepanjang tujuh halaman folio ketik dua spasi. Seperti syarat penulisan cerpen pada sebuah majalah remaja. Tentu saja. Sebagai orang yang dituakan – dalam rombongan tur, Mami merupakan peserta dengan usia terlanjut – dia ingin menunjukkan eksistensi sebagai pemimpin yang baik. (Mami adalah ibu dari Viona Rosalina. Satu-satunya siswi yang memboyong ibunya ke acara tur perpisahan kelas kami).
Hah, cengeng banget memang.
Tapi kalau tidak begitu, katanya sih doi tidak diperbolehkan ikut.
So, jadilah sang idola itu membawa bodyguard!
Mami merampas botol yang disembunyikan Aditya di belakang punggungnya.

baca selanjutnya….

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sippppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp dech


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: