Teori pemanfaatan tanah david Ricardo

11 Februari 2009 pukul 6:24 PM | Ditulis dalam Ekonomi Tanah | 4 Komentar
Tag: , , ,

Teori Ricardo ini dapat dijelaskan dengan terlebih dahulu mengambil beberapa pemisalan dan anggapan sebagai berikut :

1. Pada suatu daerah tersedia tanah dengan berbagai tingkat
kesuburan dalam hubungannya dengan produksi tanaman bahan
makanan.
2. Tingkat kesuburan tanah ini dinyatakan dalam kelas-kelas tanah
1,2,3……seterusnya.Tanah dengan kelas bernomor kecil lebih subur
daripada tanah dengan kelas bernomor besar.
3. Kebutuhan tenaga kerja dan input non land per satuan luas tanah
dianggap tidak tergantung pada tingkat kesuburan tanah tersebut
di atas.

Kemudian bila seluruh kebutuhan beras dapat diproduksi pada sawah kelas 1 saja, maka tidak ada sawah (dengan kelas yang lain) yang akan digunakan, karena kebutuhan tanah dan input lain relatif kecil, dan apabila kemudian dibutuhkan lebih banyak tanah maka tanah kelas 2 akan diikutkan ke dalam proses produksi dan seterusnya.Jika dalam suatu masa terjadi peningkatan permintaan beras yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk, maka tanah yang tingkat kesuburannya tergolong rendah akan diikutsertakan dalam proses produksi.Misalnya pula, pertumbuhan penduduk memperbanyak jumlah petani secara proporsional, maka sewa tanah yang subur akan meningkat.Ricardo berpendapat bahwa penduduk akan tumbuh sedemikian rupa sehingga tanah-tanah yang tidak subur akan digunakan dalam proses produksi, produksi mana sebenarnya sudah tidak bermanfaat lagi bagi pemenuhan kebutuhan manusia yang berada pada batas minimum kehidupan.

Di dalam wilayah suatu tempat, biasanya penyebab tingginya nilai tanah bukanlah tingkat kesuburan tanah itu tetapi lebih sering dikaitkan dengan jarak dan letak tanah terhadap obyek yang menjadi titik sentral bagi masyrakat di wilayah tersebut.Von Thunen mengandaikan, sebuah wilayah (kota) dikelilingi oleh dataran yang luas dengan tingkat kesuburan yang merata atau sama dan bila kebutuhan akan bahan makanan di wilayah tersebut di tanam di dataran tersebut.

Kemudian dianggap bahwa selain untuk tanaman padi tanah dataran tersebut tidak bisa digunakan untuk prduksi yang lain. Ditambah lagi untuk beberapa angapan Ricardo seperti :

– Faktor non tanah seperti pupuk, tenaga kerja per meter persegi
adalah konstan.
– Harga faktor non tanah ditentukan dalam persaingan sempurna.
– Hasil produksi dapat dipindahkan secara langsung dari setiap
tempat di dataran itu ke pusat kota dengan biaya angkutan per
ton tetap;
maka, tanah yang letaknya jauh dari kota/ pasar memiliki sewa sebesar nol, dan sewa tanah itu meningkat secara linier ke arah pusat kota.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. thanks b4.

  2. thnks buat info na,.

    jd terbantu nie bwt tugas ospek,. ;-D

    ### iya sama-sama

  3. maksih
    udah bntu tgas ospek nik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: