Teori sewa tanah dan pemanfaatan tanah.

11 Februari 2009 pukul 6:06 PM | Ditulis dalam Ekonomi Tanah | 3 Komentar
Tag: , , , , ,

Dalam ekonomi yang paling penting adalah bagaimana caranya mengalokasikan tanah pada berbagai alternatif pemakaian. Teori sewa tanah dan alokasi tanah dapat dipergunakan untuk menganalisis pemanfaatan tanah. Pada dasarnya teori tentang sewa tanah dan alokasi tanah merupakan bagian dari teori mikro ekonomi tentang alokasi dan penentuan harga faktor-faktor produksi. Seperti halnya upah yang merupakan harga bagi jasa tenaga kerja, maka sewa tanah adalah harga atas jasa tanah, sehingga sesuai dengan itu harga menunjukkan faktor penentu bagi penyesuaian penggunaan input (faktor produksi) dan output (hasil) di pasar.

Pengertian nilai tanah dan sewa tanah dikaitkan seperti halnya nilai suatu aktiva dengan nilai (harga) hasil jasa yang diakibatkan oleh penggunaan aktiva tersebut. Suatu aktiva fisik itu bernilai karena aktiva itu memberikan hasil (manfaat) selama suatu periode tertentu. Demikian juga, sewa tanah adalah harga/nilai jasa yang dihasilkan oleh tanah selama suatu periode tertentu, misalnya tahun. Oleh karena itu suatu sewa tanah memiliki dua dimensi pengukuran yaitu waktu dan unit. Sebagai contoh, sewa tanah biasanya dinyatakan dalam rupiah per meter persegi per tahun. Sementara itu harga suatu aktiva adalah present value (nilai sekarang) atau nilai sewa yang dikapitalisasikan yang dihasilkan oleh aktiva tersebut selama periode hidup aktiva tersebut.

Aktiva buatan manusia seperti gedung dan mesin, nilainya akan merosot karena waktu dan pengabaian. Peruntukan tanah yang sudah lama untuk pertanian juga mengalami penurunan nilai. Pengertian nilai tanah juga dibedakan antara tanah yang diusahakan (improved land) dan tanah yang tidak diusahakan (uninproved land). Di kota, peruntukan tanah pada umumnya masih harus ditambah dengan suatu bangunan yang diletakkan di atas tanah yang bersangkutan. Nilai tanah yang tidak diusahakan adalah harga tanah tanpa bangunan diatasnya. Sedangkan nilai tanah yang diusahakan adalah harga tanah ditambah dengan harga bangunan yang terdapat diatasnya.

Ada beberapa bentuk dan cara mengubah tanah tidak diusahakan menjadi tanah diusahakan dengan cara :
a. pembuatan bangunan.
b. Penanaman pohon.

Bangunan-bangunan semacam itu merupakan salah satu bentuk dan investasi yang secara langsung dapat mempengaruhi nilai pasar dari tanah yang bersangkutan.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sudah saya baca…keren boz…thanks for being part of djkn valuers…


    ### oke sama-sama pren…

  2. Kalo skrg, nilai tanah keliatan over value, bener gak ?

  3. Berapakah besaran prosentase untuk penetapan harga sewa tanah pertahun? tks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: