Klasifikasi sumberdaya tanah untuk tujuan konservasi

11 Februari 2009 pukul 5:45 PM | Ditulis dalam Ekonomi Tanah | 3 Komentar
Tag: , ,

Konservasi dapat didefinisikan sebagai perlindungan, pengawetan dan pemeliharaan atau dengan kata lain menjaga sesuatu dalam keadaan selamat atau aman. Jika diterapkan pada sumberdaya tanah definisi untuk konservasi adalah pengawetan sumber daya bumi tanpa mengurangi efisiensi.

Klasifikasi sumberdaya tanah untuk tujuan konservasi adalah :

1. Sumber daya tanah yang dapat diperbaharui (Flow resources).

Yaitu sumber daya tanah yang sifatnya terus menerus ada atau dapat diperbaharui, misalnya sumber daya seperti air.Walaupun tidak dipakai atau sebaliknya dipakai terus menerus sumberdaya ini selalu tersedia,tetapi kita harus menggunakan sebagaimana mestinya, karena kesalahan dalam menggunakan sumber daya tersebut akan merugikan kita, misalnya terjadi pencemaran.

2. Sumberdaya tanah yang tidak dapat diperbaharui.

Yaitu sumberdaya tanah yang mempunyai sifat dimana total fisiknya tetap dan tidak dapat diperbaharui atau diolah ulang. Sebagai contoh : logam, mineral tanah atau bijih-bijih mineral seperti uranium dan mangaan, batubara, batu-batuan, pasir dan minyak tanah.Batubara, minyak tanah dan gas alam dapat dicarikan gantinya dalam waktu yang panjang, tetapi kita tidak dapat mengharapkan adanya kenaikan kuantitas fisik total dari sumber daya tersebut dalam waktu yang dekat.Sumber daya tanah yang tidak dapat diperbaharui ini dibagi lagi menjadi dua yaitu : sumber daya yang habis terpakai seperti batu bara dan mineral dan sumber daya yang bisa didaur ulang seperti logam.

3. Sumber daya tanah yang mempunyai sifat dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.

Sumberdaya-sumberdaya ini mempunyai sifat seperti flow resources yaitu bahwa mereka dapat digantikan sepanjang waktu, pemeliharaan ditujukan untuk penyelamatan, untuk keperluan penggunaan sumberdaya yang tersedia bagi generasi-generasi yang akan datang.Pada waktu tertentu sumberdaya tersebut dapat juga dianggap sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, yaitu dimana mereka dapat menjadi sangat berkurang pertumbuhannya karena pemakaian yang habis-habisan atau pemakaian yang tidak memandang akibatnya.Sumberdaya ini meliputi tanam-tanaman, hutan, padang pengembaraan dan padang rumput.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Thx Informasinya… tapi, bisa tolong di sebutkan referensinya supaya kami lebih jelas dalam memahami apa yang anda tulis dan agar tidak terkesan, maaf “Asal tulis”. Thx sekali lagi iformasinya cukup bagus…

  2. @ sam jaka… terimaksih sudah berkunjung..
    maaf bila tidak di cantumin sumbernya… tulisan di atas adalah materi dari dosen kuliah saya,saat masih kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan mata Kuliah Ekonomi tanah..
    untuk labih tepatnya buku apa yang di pakai, saya kurang tahu, mohon maaf..

  3. sieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeep


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: