dua pendekatan yang menjadi ciri ekonomi tanah

11 Februari 2009 pukul 7:22 PM | Ditulis dalam Ekonomi Tanah | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Ada dua pendekatan yang menjadi ciri ekonomi tanah yaitu :

1. pendekatan kelembagaan/institusional praktis
Dalam pendekatan kelembagaan, pakar ekonomi tanah mempersiapkan perangkat peraturan pertanahan, birokrasi dan konsep-konsep praktis yang berkaitan dengan kebijaksanaan pertanahan. Untuk itu mereka menyerap dan menerapkan konsep-konsep yang dikembangkan oleh bidang sosial dan disiplin ilmu lainnya yang terkait, agar mereka dapat lebih memahami suatu kejadian yang berhubungan dengan tanah. Misalnya, untuk memahami mengapa suatu kebiasaan dan adat istiadat sekelompok manusia dapat membentuk pola khusus penguasaan atas tanah, tentu lebih tepat bila mereka memanfaatkan perangkat kerja yang berasal dari disiplin sejarah, hukum, ilmu politik, psikologi dan sosiologi dsamping ilmu ekonomi.

2. pendekatan penyelesaian masalah atas tanah
dalam pendekatan penyelesaian masalah atas tanah mereka dapat menerapkan konsep-konsep mengenai pertanahan yang dikembangkan oleh para pakar geografi, ilmu tanah, perencana, arsitektur, rekayasa, pertanian, kehutanan dan geologi. Dengan mengintegrasikan beraneka ragam konsep pemikiran ini, para pakar ekonomi tanah diharapkan mampu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi, walaupun untuk itu kadangkala mereka seolah-olah harus melangkah keluar dari lingkup ilmu ekonomi.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: