Mendengkur, Peringatan Dini Sleep Apnea

5 Februari 2009 pukul 1:09 PM | Ditulis dalam Kesehatan | Tinggalkan komentar

BANYAK orang menduga bahwa mendengkur merupakan sesuatu yang wajar dan tidak bisa dihilangkan. Padahal, gangguan tidur ini bisa memicu napas berhenti atau sleep apnea.

Mendengkur dengan suara keras tidak hanya mengganggu orang lain di sekitarnya, tapi juga membahayakan bagi si pendengkur sendiri. Risiko sleep apnea yang tidak terdiagnosis bisa mengancam jiwa. Gangguan tidur seperti mendengkur terjadi akibat kelainan anatomi pada jaringan lunak langit-langit mulut.

Dengkuran terjadi karena ada hambatan yang menghalangi udara dari hidung menuju mulut. Saat tidur, otot-otot tubuh termasuk otot pernapasan akan melemas dan membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan serta menghasilkan suara. Penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat dilakukan untuk menguji bagaimana cara mengatasi gangguan tidur.

Penelitian itu didasari oleh tingginya angka penderita sleep apneadi negara itu yang mencapai 18 juta orang. Dalam penelitian itu, beberapa orang dites dalam laboratorium. “Bagi sebagian orang, tidur menjadi hal yang sulit dan mahal. Padahal, saat tidur tubuh akan melakukan regenerasi,” kata peneliti dari Universitas California, San Diego Dr Terence Davidson.

Sleep apnea seringkali membayangi orang berusia lanjut dan biasa terjadi terutama pada laki-laki dewasa. Sleep apnea tidak sekadar mengeluarkan suara saat tidur, tapi bisa menyebabkan keadaan lebih buruk. Napas bisa tiba-tiba berhenti selama 30 detik atau lebih dari itu karena otot-otot tenggorokan secara tiba-tiba terhenti.

Penderita sleep apnea akan merasakan napas yang tersengal-sengal. Situasi seperti ini akan membuat seseorang kelelahan keesokan harinya karena otak tidak beristirahat dalam tidur yang nyenyak. Jumlah penderita sleep apnea semakin bertambah. Peneliti memperkirakan 1.400 orang meninggal tiap tahun akibat menyetir dalam kelelahan dan mengantuk.

Sementara itu, penelitian di Kanada yang dipublikasikan setahun lalu mendesain pasien yang diduga penderita sleep apnea melalui tes laboratorium dan tes di rumah. Karena di dalam laboratorium digunakan alat polysomnographyatau PSG akan menyebabkan akses untuk menegakkan diagnosis semakin baik.

Akhir tahun lalu, American Academy of Sleep Medicine yang mempresentasikan sleep center mengungkapkan, membiarkan keluhan waktu tidur akan menimbulkan risiko yang membahayakan bagi penderita.

“Untuk menjadi catatan, karena sebagian penderita sleep apnea direkomendasikan menggunakan CPAP dan menjalani pemeriksaan klinis,” ujar dokter dari University of Pittsburgh Medical Center Dr Charles Atwood. Continous Positive Air Pressure atau CPAP merupakan alat seperti masker yang dapat meniupkan udara melalui hidung ketika tidur. Penggunaan CPAP diujicobakan dalam sebuah laboratorium tidur.

Menurut Atwood, penderita gangguan tidur perlu mencoba menggunakan bentuk masker yang berbeda-beda untuk menambah tekanan udara, menjaga kelembaban udara, dan membasahi tonsil. Pentingnya pemeriksaan bagi penderita sleep apnea dikemukakan oleh dokter dari Saint Joseph Mercy Hospital, Ann Arbor Dr Thomas Gravelyn. Pemeriksaan yang dilakukan di rumah kemungkinan terdapat kesalahan dalam diagnosis sleep apnea.

“Karena persediaan alat terbatas, menyebabkan tidak akan memberikan sinyal ketika seseorang tidak dapat tidur nyenyak dan penggunaan alat REM yang digunakan saat tidur terkadang terputus-putus,” ungkap Gravelyn.
(sindo//mbs)

sumber okezone.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: