Kopi Lindungi Wanita dari Kepikunan

5 Februari 2009 pukul 1:02 PM | Ditulis dalam Kesehatan | Tinggalkan komentar

KOPI memang diketahui bereaksi pada otak. Berdasarkan hasil studi, kafein dianggap mampu mencegah kemunduran mental pada wanita usia lanjut.

Para peneliti dari Prancis melakukan perbandingan pada wanita usia 65 tahun atau lebih yang meminum lebih dari 3 cangkir kopi sehari dibandingkan dengan wanita yang hanya minum segelas kopi atau kurang.

Orang yang meminum kefein lebih menunjukkan angka lebih rendah dalam penurunan kualitas mental dalam tes memori yang dilakukan selama periode empat tahun. Hasil studi ini dipublikasi dalam Jurnal Neurology, menunjukkan tentang kemungkinan bahwa kafein bisa melindungi dari terjadinya kepikunan atau penurunan kualitas mental (dementia). “Ini menghasilkan kesimpulan bahwa kafein bisa memperlambat terjadinya kepikunan,” kata Karen Ritchie dari Institut National Prancis untuk Penelitian Kesehatan dan Kedokteran.

Hasil dari penelitian ini juga termasuk hitungan berbagai faktor, temasuk pendidikan, tekanan darah tinggi, dan penyakit lainnya.

Kafein dikenal sebagai psikosimultan. Namun hasil studi ini memunculkan pemikiran bahwa kafein mungkin punya manfaat lebih besar. Bagaimanapun, penelitian yang dipimpin oleh Karen Ritchie itu mengingatkan bagaimana agar kesimpulan itu tidak serta-merta dianggap menjadi kesimpulan akhir.

“Sementara kita memiliki beberapa ide bagaimana kopi bisa bekerja secara biologis, namun kita juga membutuhkan pemahaman yang lebih baik bagaimana kafein memiliki efek pada otak sebelum kita mulai mempromosikan kafein bisa menjadi upaya pencegahan penurunan kualitas mental,” katanya.

Namun hasil penelitian ini memang menarik, kafein bisa digunakan untuk cara yang lebih luas dan memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan pengobatan untuk penurunan kualitas mental lainnya, dan perawatan lain itu relatif lebih sedikit manfaat positifnya. Studi ini melibatkan 7.000 wanita sebagai responden dan menemukan bahwa konsumsi kafein bisa membuat kualitas mental menjadi lebih rendah. Bahkan membuat perempuan menjadi lebih sensitif.

“Kami sungguh membutuhkan studi yang lebih panjang untuk memastikan apakah kafein memang bisa mencegah dementia. Hasil ini mungkin lebih pada kafein memang bisa memperlambat proses dementia dibandingkan mencegahnya,” paparnya.

Dia menjelaskan, bahwa itu tidaklah terlalu jelas, mengapa efek yang sama tidak dialami oleh para pria yang mengonsumsi kopi.

“Wanita mungkin lebih sensitif pada efek kafein. Tubuh mereka mungkin bereaksi secara berbeda menuju simultan, atau tubuh mereka mungkin metabolismenya berbeda,” ujarnya.

Rebecca Wood, Pemilik Pusat Penelitian Alzheimer (the Alzheimer’s Research Trust) menyatakan bahwa tanpa pengobatan pada Alzeimer yang hingga saat ini belum tersedia, penelitian pada kemungkinan faktor perlindungan ini bisa jadi sangat penting, secara partikular penyakit ini memang telah menjadi sesuatu yang umum.

“Studi ini tidak memberikan kesimpulan bahwa kafein secara nyata bisa menurunkan angka dementia pada wanita, namun sejak memori kelihatan membaik, itu mungkin bahwa kafein bisa menurunkannya secara perlahan. Bagaimanapun penelitian secara lebih jauh dan lama masih dibutuhkan untuk membuat hasil penelitian ini menjadi mapan secara penuh, tentang apa efek kafein baik pada pria maupun wanita, yakni dalam hal mengurangi risiko terkena dementia atau memperlambat angka kemajuannya,” ujarnya.

Susanne Sorensen Kepala Penelitian pada Alzeimers Society menyatakan bahwa meminum kopi dan teh keduanya memiliki tipe untuk menghindari dementia. Meski begitu, menurut dia, tipe studi seperti ini memang sangatlah kompleks karena kopi dan teh sangat terkait dengan faktor sosial dan gaya hidup.

Selain itu, hasil penelitian lainnya memang menunjukkan bahwa kopi bisa membantu rasa sakit akibat berolah raga atau senam. Dengan ukuran yang sewajarnya, kopi bisa mengurangi kesakitan tubuh akibat berolah raga.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal ilmiah The Journal of Pain yang dilakukan oleh para peniliti dari Universitas Georgia menemukan bahwa dosis menengah kafein atau setara dengan dua cangkir kopi dapat membantu mengurangi rasa sakit pada otot sebesar 48 persen. Namun para peneliti mengingatkan bahwa penemuan mereka mungkin tidak bisa diberlakukan pada konsumen kafein yang kurang sensitif pada efeknya.
(Abdul Malik/Sindo/mbs)
sumber okezons.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: