Waspadai Plak dan Abses

4 Februari 2009 pukul 9:39 AM | Ditulis dalam Kesehatan | 1 Komentar
Tag: ,

MASALAH gigi yang paling banyak diderita orang-orang adalah gigi berlubang dan penyakit gusi.

”Kedua masalah ini disebabkan oleh plak karena bakteri, ludah, dan sisa-sisa makanan yang melekat erat di permukaan gigi,” ujar Professional Marketing Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent, MDSc.

Mirah mengatakan, plak hanya bisa dihilangkan dengan cara menyikat gigi, bila dibiarkan bakteri di dalam plak akan menghasilkan asam yang melarutkan mineral gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Gigi berlubang yang tidak dirawat akan semakin membesar hingga mengenai saraf gigi.

”Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit berdenyut yang terus menerus, bahkan bisa timbul abses,” paparnya.

Dia juga menambahkan, langkah awal perawatan saraf gigi adalah membersihkan rongga saraf gigi, mengaplikasikan obat-obat sterilisasi, dan jika sudah steril akan diisi dengan bahan pengganti saraf gigi oleh dokter gigi.

“Setelah perawatan saraf gigi selesai, maka gigi tersebut biasanya memerlukan tambalan berbahan logam cor atau bahkan crown dari porselen kombinasi dengan logam,” ujarnya.

Selanjutnya, Mirah menyebutkan, abses merupakan suatu penyakit infeksi yang ditandai adanya rongga yang berisi nanah (pus) dalam jaringan yang sakit akibat infeksi bakteri. Nyeri pada gigi yang terinfeksi dan dapat berdenyut-denyut merupakan gejala utama abses pada gigi. Bahkan, sering juga ditemukan nyeri menjalar hingga ke telinga, rahang, dan leher pada sisi gigi yang sakit.

Selain itu, Mirah mengatakan, plak juga merupakan penyebab penyakit gusi. Artinya, jangan sampai plak mengeras menjadi karang gigi karena untuk menghilangkannya harus dibantu dokter gigi. Selanjutnya, plak tersebut akan tercampur bakteri hingga menimbulkan toksin yang dapat menyebar ke gusi dan jaringan pendukung di bawah gusi sehingga terjadinya peradangan.

“Tanda awal penyakit gusi adalah gusi yang berdarah, bau mulut, dan gusi yang berwarna merah,” ujarnya.

Selanjutnya, bila plak dibiarkan dan mengeras menjadi karang gigi atau kalkulus, maka akan terbentuk celah antara gigi dan gusi sehingga bakteri akan menyerang lebih dalam ke jaringan pendukung gigi. Dan hal itu menyebabkan gigi harus dicabut. Banyak penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penyakit gusi dengan penyakit jantung dan stroke.

“Penyakit gusi juga banyak terjadi pada perokok,” sebut Mirah.

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. trs apa abses pada gigi sama dengan abses lippo?ap ceh abses lippo tu?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: