Redam Stroke dan Cegah Leukemia dengan Buah Cinta

4 Februari 2009 pukul 9:41 AM | Ditulis dalam Kesehatan | Tinggalkan komentar

BUAH ini punya bentuk yang menarik. Seperti hati dan warnanya merah menggoda. Mungkin karena bentuk dan warnanya itulah, orang Yunani Kuno lalu menjadikannya lambang Dewi Cinta. Tapi menariknya buah ini bukan hanya bentuk dan warnanya. Kandungannya punya banyak manfaat. Salah satunya adalah meredam stroke dan mencegah leukemia.

Nama buah ini berasal dari bahasa Inggris kuno, yaitu streawberige, yang merupakan gabungan dari streaw atau straw dan berige atau berry. Pada zaman Yunani Kuno, buah ini menjadi lambang Dewi Cinta. Orang Romawi mengelompokkan strawberry ke dalam tumbuhan obat-obatan karena sangat kaya akan vitamin C, sumber folat dan potasium. Sekadar diketahui, 1 ons strawberry mengandung lebih banyak vitamin C daripada 1 ons jeruk sitrun.

Strawberry dikenal juga dengan nama arbei, yang diambil dari bahasa Belanda, aardbei. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga Rosaceae. Buah strawberry berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang dan berubah merah karena pigmen antosianin. Jenis buah ini pun banyak, sekitar 700-an. Salah satu jenis spesiesnya bernama Fragaria Chiloensis L. Jenis ini menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Spesies yang lainnya yaitu F. Vesca L lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis strawberry ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

Berbagai khasiat

Seperti keluarga berry yang lain, strawberry mengandung phytochemicals yang berfungsi sebagai antioksidan yang ampuh. Selain itu, strawberry mengandung banyak khasiat lain, antara lain memutihkan gigi, menurunkan kolesterol, menghaluskan kulit, meredam gejala stroke, mencegah leukimia, membasahi paru, menguatkan limpa dan lambung, melancarkan air kemih, meredakan demam, merangsang nafsu makan, meredakan batuk, dan sebagainya. Selain antioksidan, strawberry juga kaya akan serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C, folat, potassium, serta asam ellagic.

“Vitamin C dan karoten memiliki efek antioksidan dalam tubuh, menghilangkan radikal bebas, sehingga memiliki efek perlindungan tertentu terhadap sel normal,” terang dr Maria Ignasia Tjahjadi, spesialis gizi dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta.

Konsentrasi tujuh zat antioksidannya lebih tinggi daripada buah atau sayuran lain, sehingga menjadi buah yang efektif untuk mencegah proses oksidasi (hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas). Pectine, asam tanat amine yang terkandung didalamnya dapat menyerap dan mencegah serapan zat kimia yang menyebabkan kanker. Dengan demikian dapat mencegah kanker. Starwberry juga dapat mencegah penyakit leukemia, anemia, dan penyakit darah.

“Dua macam zat yang terkandung di dalamnya, strowberi amine dan asam tanae memiliki efek mengekang pertumbuhan dan terjadinya tumor ganas dan mencegah leukimia,” sambungnya.

Pengecualian

Cara mengonsumsi buah ini pun cukup banyak. Ada yang langsung dimakan setelah dicuci, ada yang baru dimakan setelah dicampur dengan gula atau susu, dan ada yang dijadikan jus. Apa dan bagaimanapun cara itu, khasiatnya tak akan hilang.

Masalahnya, tak semua orang bisa menikmati buah ini. Pada beberapa orang, buah ini bisa menyebabkan kekacuan fungsi lambung dan usus. Dan untuk mereka yang mengidap batu ginjal atau fungsi ginjalnya kurang baik, buah ini tak boleh dimakan berlebihan karena mengandung asam oksalat. Jika berlebihan, keadaan (penyakit) penderita bisa memburuk.
(Genie/Genie/tty)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: