Sejarah Sunan Malik Ibrahim

10 Maret 2009 pukul 11:04 AM | Ditulis dalam Walisongo | 17 Komentar
Tag: ,

Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi

Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.

Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

nama-nama Walisongo :
1. Sunan Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Giri
4. Sunan Bonang
5. Sunan Kali Jaga
6. Sunan Gunung Jati
7. Sunan Drajat
8. Sunan Kudus
9. Sunan Muria

di tambah lagi wali yang paling kontroversial yaitu :
syekh Siti Jenar

sumber :http://swaramuslim.net/galery/islam-indonesia/index.php?page=walisongo
sumber gambar :http://respati.at.ua/_pu/0/63928.jpg

About these ads

17 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. versi tersirat yang bener makamnya tu di tuban jatim bukan gersik

    mm.. terimakasih telah berbagi..
    mas roni dapat informasi darimana?

  2. [...] sunan kalijagaSunan Malik IbrahimSunan AmpelSunan GiriSunan Bonang, Walisongo Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut [...]

  3. ibrahim asmarakandi apa tidak di tuban itu mkamnya? ,karena tadi disebutkan putra syech jumadil kubro. mohon koreksi adanya.

  4. sunan malik ibrahim nama lainnya SUNAN GRESIK

  5. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,saudara seiman, Karena adanya para wali ditanah jawa,,kita bisa merasakan indahnya islam, marilah kita jaga, dan kita kerjakan sesuwai dengan kemampuan kita untuk selalu,, ikut serta berdahwah ,walaupun dengan satu kata, dengn kebaikan,
    itu lebih baek dari pada tidak sma s x,,

  6. asalamualaikum
    mas/mbak hati-hati kalo nulis sejarah, yang teliti, kalau maulana malik ibrahim ya jangan dikasih asmarakandy tambah rancu membuat bingung pembaca, sebab maulana malik ibrahim kakek bantal itu kakeknya sunan ampel yang ada di gresik, nah kalau ayahnya sunan ampel itu dikenal dengan maulana ibrahim asmarakandy (gak pake malik) yang makamnya ada di tuban, mohon buka lagi sejarahnya, atau mas/mbak ini belum pernah survey ke makam maulana ibrahim asmarakandy yang ada di tuban ya, mohon maaf dan mohon koreksinya.
    wasalamualaikum.

  7. kayaknya catatan sejarahnya agak kacauuuuu


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: