Sejarah Sunan Kudus

10 Maret 2009 pukul 10:41 AM | Ditulis dalam Walisongo | 24 Komentar
Tag: ,

Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

nama-nama Walisongo :
1. Sunan Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Giri
4. Sunan Bonang
5. Sunan Kali Jaga
6. Sunan Gunung Jati
7. Sunan Drajat
8. Sunan Kudus
9. Sunan Muria

di tambah lagi wali yang paling kontroversial yaitu :
syekh Siti Jenar

sumber :http://swaramuslim.net/galery/islam-indonesia/index.php?page=walisongo

About these ads

24 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. untuk saudara Atif Hidayat yang terhomat

    tolong sejarah dari Sunan Kudus ini dibetulkan sedikit, !!

    karena masih ada kesalahan penulisannya

    Sunan Kudus memang pernah menjadi Panglima Perang Kerajaan Demak akan tetapi itu di Jaman Raden Patah pendiri Kerajaan Demak.. Pada waktu beliau masih Berusia Muda ketika terjadi perang melawan Kerajaan Majapahit
    jadi Bukan di Jaman Sunan Prawoto

    Sunan Prawoto sendiri yang bernama asli Pangeran Mukmin
    merupakan cucu dari Raden Patah
    Makam nya masih terawat di Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo ( Pati )

    Di waktu Sunan Prawoto menjadi sultan Demak di taun 1546 M.
    Usia Kanjeng Sunan Kudus sudah sangat sepuh

    Dan mana mungkin Di usia yang sangat sepuh Kanjeng Sunan masih menjadi Panglima Perang

    dan Sejarah yang saudara Atif Hidayat tulis ini sudah melenceng jauh

    Sunan kudus tidak pernah berperang melawan Arya Penangsang karena Arya Penangsang merupakan Murid dari Sunan kudus sendiri
    justru Sunan Kudus lah!! yang memberi dukungan Arya Penangsang untuk merebut Kerajaan Demak dari tangan Sunan Prawoto

  2. >>SEJARAH SUNAN KALI JAGA…

    Sejarah sunan kalijaga 10 Maret 2009 pukul 10:52 AM | Ditulis dalam Walisongo | 56 Komentar Kaitkata: sunan kalijaga, Walisongo Dialah ?wali? yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1…

  3. harus belajar untuk lebih banyak tau lagi tentang sunan2 ini nih.

  4. peninggalan sunan kudus sampai sekarang masih ada dan dijaga dengan baik.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: