Sejarah Sunan Gunung jati
10 Maret 2009 pada 10:47 AM | Ditulis dalam Walisongo | 48 KomentarKaitkata: Sunan Gunung jati, Walisongo
Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’ Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).
Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.
Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.
Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.
Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.
Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.
Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.
nama-nama Walisongo :
1. Sunan Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Giri
4. Sunan Bonang
5. Sunan Kali Jaga
6. Sunan Gunung Jati
7. Sunan Drajat
8. Sunan Kudus
9. Sunan Muria
di tambah lagi wali yang paling kontroversial yaitu :
syekh Siti Jenar
sumber :http://swaramuslim.net/galery/islam-indonesia/index.php?page=walisongo
48 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Kalau masalah itu smua..Allah hu alam
Comment by Nasudi— 22 Oktober 2012 #
wow,hbat bangeth sunan gunung jati yaitu belajarnya sejak kecil
Comment by adinegara— 7 November 2012 #
ass
apa benar sunan gunung jati terdampar di cina
Comment by adinegara— 7 November 2012 #
bukan terdampar tetapi sunan gunung jati mendapat petunjuk dari allah untuk menyebarkan agama islam di negara china
Comment by zulfah— 21 November 2012 #
mana niei daftar syeh siti jenar ko ga ada ya. .
Comment by firan— 30 November 2012 #
karomah apa yg dipke sunsn gunungjati
Comment by achmad— 13 Desember 2012 #
dari kh mahrus aly lirboyo- kyai musthofa lasemi- sunan gnung jati sampai seh abdul qodir al jiilani, sampai rosullulloh
Comment by hizib khirzul jauzan juga konon pegangan sunan gunung jati, terbukti dari silsilah tawasul >kh mahrus 'ali lirboyo>— 25 Maret 2013 #
da yg tw gk makamnya akik maulana imam
MACAN PUTIH
Comment by agus arrosyid— 17 April 2013 #