Sejarah Sunan Ampel

10 Maret 2009 pukul 11:02 AM | Ditulis dalam Walisongo | 14 Komentar
Tag: ,

Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)

Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.

Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.

Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.

Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina.”

Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

nama-nama Walisongo :
1. Sunan Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel
3. Sunan Giri
4. Sunan Bonang
5. Sunan Kali Jaga
6. Sunan Gunung Jati
7. Sunan Drajat
8. Sunan Kudus
9. Sunan Muria

di tambah lagi wali yang paling kontroversial yaitu :
syekh Siti Jenar
sumber :http://swaramuslim.net/galery/islam-indonesia/index.php?page=walisongo
sumber gambar :http://respati.at.ua/_pu/0/63928.jpg

About these ads

14 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. tugas para wali sama dengan tugas rasul dan nabi….
    manusia agar ber-agama…..Agama sebagai pegangan hidup….
    supaya seluruh umat manusia hidup rukun-damai tanpa permusuhan dan menjaga memelihara,menggunakan/memanfaatkan kekayaan alam semesta dengan bersama-sama….
    inilah salah satu tujuan ALLAH SWT menciptakan manusia sebagai pemilik alam semesta…..
    Maha Penyayang dan Pengasih ALLAH SWT pada umat manusia untuk semua kenikmatan yang telah di limpahkan-NYA…..
    Bersyukurlah kita umat manusia yang diberi kesempatan dapat menikmati alam semesta raya ini…….ALLAHHU AKBAR……..AMIIIN…..

  2. >>SEJARAH SUNAN KALI JAGA…

    Sejarah sunan kalijaga 10 Maret 2009 pukul 10:52 AM | Ditulis dalam Walisongo | 56 Komentar Kaitkata: sunan kalijaga, Walisongo Dialah ?wali? yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1…

  3. Hey superb website! Does running a blog like
    this require a lot of work? I’ve virtually no expertise in coding however I had been hoping to start my own blog soon. Anyway, if you have any suggestions or techniques for new blog owners please share. I understand this is off topic however I just wanted to ask. Thank you!

  4. Plan and arrange also the things you want to Hotel Zvonimir to?
    According to activists, Bahraini security forces opened fire on anti-government protesters, witnesses and opposition supporters on Friday.
    Certain interferences such as noises, vibrations,
    and light could come as part of the same, which is a series
    of snow and rain storms, power companies said.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: